Hati-hati!! Akun Email Anda Diretas, Tips Menghindarinya?
internetJaman sudah semakin canggih, sekarang apapun serba cepat. Kalo nggak cepat ya kita di tinggal, dari jaman mau naik ojek kita harus teriak-teriak atau nyamperin abang ojeknya, sekarang kita sambil duduk aja bisa pesen ojek. Itu contoh aplikasi yang memudahkan kehidupan kita. Dalam menggunakan sebuah aplikasi tentunya kita perlu melakukan pendaftaran sebelum akhirnya bisa menggunakanya. Namun tahukah teman semua, ternyata banyak aplikasi pihak ketiga yang kurang transparan dan jujur dalam memberikan pelayanan ke para usernya terkait akunya. Kasus terbaru yang sempat trending tanggal 3 mei lalu adalah bagai mana email kita diretas dan dicuri data pribadinya. Kabarnya BUKALAPAK dan CANVA adalah rumor alikasi yang mencuri data pribadi para penggunanya. Sretelah saya selidiki dan iseng tes akun email saya diretas apa enggak? betapa kagetnya saya email yang saya gunakan ternyata sudah diretas dan dicuri datanya 1 tahun lalu, jadi selama ini saya menggunakan email dalam keadaan yang darurat, lah bagaimana nggak, email saya digunakan untuk beberapa aktifitas online saya seperti; internet banking, Facebook, twitter, hosting, dll, apabila diretas siperetas akan mendapatkan keuntungan secara berlipat hanya dalam satu kali retas saja, karena saya terbiasa menggunakan satu email saya untuk mendaftar di berbagai platform online.
Bagaimana cara mengetahui email kita diretas atau tidak?
Tentu saja kita bisa mengetahui email kita aman ataukah tidak, dengan cara mengeceknya di website HAVEIBEENPWNED dalam beberapa saat anda akan masuk ke halaman muka. Seperti dibawah ini
Langkah kedua silahkan teman-teman masukan alamat email teman semua di kolom yang tertulis email adrress lalu klik pwned? dan tunggu proses yang sedang berjalan di websites tersebut, setelah proses selesai akan muncul hasilnya. contoh punya saya yang beberapa waktu lalu saya cek dan ternyata kena hack di berbagai platform..berikut gambarnya;
Apabila akun email anda aman dari peretasan, tidak akan muncul pemberitahuan apapun setelah melakukan pengecekan tersebut, Saya sangat kecewa terutama sama startup dalam negeri yaitu BUKALAPAK, mengapa situs sebesar itu tidak bisa melindungi data dari para penggunanya sendiri, atau malah ada oknum bukalapak yang sengaja meretasnya, apa malah pihak bukalapaknya secara diam-diam melakukan peretasan? hemm sangat mengecewakan. Kenapa saya hanya menyoroti bukalapak karena aplikasi ini sangat dekat dengan kita dan bberada di indonesia, kalo saya ribut ke CANVA atau yang lainya itu udah di luar otorita negara kita hehehe.
Bagaimana kalo sudah diretas?
Tidak usah panik, jadikan pengalaman, dan segera amankan akun email anda dengan cara mengaktifkan otentivikasi 2 langkah, silahkan hubungi provider email masing-masing, seperti Gmail, Yahoo, Hotmail dll karena langkahnya sudah pasti berbeda.
Tips agar terhindar kejadian serupa
Mulailah pisahkan email anda, minimal punya dua akun email, pilah-pilah mana yang akan anda gunakan untuk medsos, mana yang digunakan untuk bangking dll, jangan menumpuk satu email untuk berbagai keperluan, karena ketika akun email anda di retas, akan sangat fatal akibatnya dan menjadikan keuntungan bagi si peretas karena hanya dengan sekali retas mendapatkan berbagai info tentang diri anda.
Benar sekali mas, ada baiknya mengaktifkan verifikasi dua langkah. Yang menjadi persoalan adalah saat hilangnya nomor untuk verifikasi dua langkah. Walaupun hilangnya nomor tersebut sangat jarang terjadi.
BalasHapussolusinya...ketika kita daftar nomor sesuaikan dengan data pribadi...jadi ketika nomor hilang tetap bisa di urus dan di mintakan dengan nomor yang sama
Hapus3 email yang saya cek ternyata ada peringatan dan berwarna merah, salah satunya memang dari bukalapak. Sedangkan email yang lainnya tetap aman dengan warna latar hijau. Perlu disetting lagi ini mas, terimakasih tipsnya mas
BalasHapussama2 mas..hati2 jangan sembarangan daftar di situs penyedia layanan
HapusSetelah berkali-kali kejadian kayak gitu, fix, mau bikin banyak email palsu aja deh, dipisah-pisah, mana yang buat medsos, buat belanja dan mana yang email khusus :D
BalasHapusTapi semua email saya udah saya setting 2 kali pengamanan sih, jadi baru mau dibuka aja udah masuk semua notif.
Semoga nggak ada yang retas email saya, buat apa juga? kagak ada duitnya di email hahahaha
bukan masalah duit mbak...kalo seseorang melakukan kejahatan dengan menggunakan IP dan email mbaknya..tetep aja yang di proses hukum mbaknya..bukan pelakunya...jangan anggap sepele data diri kita di internet
HapusWah tindakan peretasan oleh bukalapak sudah semestinya masuk pelanggaran UU IT, berani mencuri data pribadi milik konsumen.
BalasHapusBetewe terimakasih buat info alamat web mengecek aman tidaknya email.
sama sama mas...semoga semua aman ya
HapusEmail saya pun kemarin terdeksi pernah bocor sama bukalapak, langsung ganti kata sandi deh.
BalasHapusTapi emang bikin heran sih, kok bisa sih perusahan sebesar itu bisa bikin bocor email kita.
Padahal aplikasi semacam itu kan butuh kepercayaan usernya agar bisa besar.
ya kadang bukan perusahaanya aja..ada juga oknum nakal didalamnya
Hapusbarusan ngecek, dari 6 emailku ternyata yg 3 udah diretas, dan salah satunya dari bukalapak itu, zomato juga.. waduuuh..
BalasHapus-traveler paruh waktu
ya begitu mas..mending cabut izin aksesnya mas
HapusWah bahaya banget kalau sampai email kita di hack orang yang tidak bertanggung jawab.
BalasHapusMakasih ya mas atas semua infonya bermanfaat sekali.
iya mbak harus berhati2 lagi dalam meninggalkan jejak online kita..
Hapusbahaya jika tiada privacy lagi
BalasHapusnah itu dia mas.....semakin bahaya kita kalo gak waspada...setidaknya jangan mudah percaya dan ngasih data kita ke orang
HapusSaya pernah mas. Beberapa kali malah. Untung ada notifikasi dari google. Langsung saya report. Ada yang buka dari vietnam lah, dari singapore lah, dari mana lah. Huft.
BalasHapusiya jaman semakin canggih..semakin canggih pula tingkat kejahatanya ya
HapusTrims mas, dgn medsos data pribadi kita jadi kmn2 yah.
BalasHapusiya harus hati2 mas..jangan sembarang ngasih autentifikasi
Hapus